DalamRezeki Kita Ada Rezeki Orang Lain Hari ketiga memaparkan aku bahawa dalam rezeki kita ada rezeki orang lain begitu juga dalam rezeki orang lain itu ada rezeki kita. Jadi yang mana rezeki kita atau milik kita yang sebenar-benarnya? Sevia, Ali, Rafif adalah antara Mahasiswa Himpunan Akultasi yang menjadi 'Person In Charge' (PIC) untuk Bertemuorang baik merupakan rezeki dari illahi. Bahkan, berteman dengan orang baik, adalah investasi panjang sampai dengan akhirat (HR: Ibnul Mubarak, dalam kitab Az Zuhd) Dalam hadist lain disebutkah, Rasulullah ﷺ bersabda tentang syafaat di hari kiamat, Sungguh teman-teman yang baik tidak selalu ada di sekitar kita, di lingkungan Adapunketetapan yang disepakati oleh jumhur ulama dimana nisab Zakat Profesi yang merupakan zakat untuk penghasilan bulanan, maka nilainya sama dengan 520 kg beras. Misalnya, jika harga beras / kg nya senilai Rp 8.500, maka nisab zakat profesi per bulan yang wajib dikeluarkan adalah 520 x Rp 8.500 = Rp 4.420.000 per bulan. Sementara bagi Dikatakanmenumpang kesenangan orang lain dengan hanya tahu meminta-minta. Tapi lu kena ingat kerana rezeki kurnian Allah itu bukan hak mutlak kita. Ia perlu dikongsi kerana dalam rezeki kita ada nisbah orang orang lain.." "Allah telah menampakkan anugerah kepada hambaNya dengan menempatkan harta berfungsi sebagai IBADAH. Ini10 Doa Mendatangkan Rezeki dan Kesuksesan Dalam Hidup, Termasuk Dimudahkan Rezeki sebelum Aktivitas Wow, Anies Ubah Nama RSUD di Jakarta Jadi Rumah Sehat Muhammadiyah Dukung Penuh Keinginan Pemerintah Jokowi Berantas Mafia Tanah Ternyata Irjen Ferdy Sambo Sudah Diperiksa Tim Khusus, Benny Mamoto Jelaskan Bagaimana Hasilnya Pemerintah Akan Pastikan Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yginsyaallah selalu membantu kita maupun sekeluarga tanpa kita minta,dikirimi benda2 misal keris,batu,merah delima,dll itupun Banyak orang percaya bahwa dengan memakai khodam macan putih, maka seseorang akan dilindungi They also act as guide mahar tingkat satu 300 Khodams cannot be commanded Khodams cannot be commanded. ALRy. Kita biasa mendengar orang berkata,dalam rezeki kita ada rezeki ringkas kita lihat ada bahagian rezeki kita yg mungkin berkongsi dengan orang iaitu yg wajib adalah zakat dari bahagian rezeki wajib diberi kpd asnaf,yang sunat ialah sedekah jariah dan yg harus adalah bila kita belanjakan untuk membeli barang atau membayar Allah kekadang menurunkan rezeki terus kpd hambanya,kekadang rezeki hambanya turun menerusi orang lain,yg inilah yg disebut dlm rezeki kita ada rezeki harta itu diwajibkan oleh Allah sebagai asas bahawa dlm rezeki kita ada rezeki orang,kita wajib bagaikan Allah nak menunjuk teladan bahawa kita kena berkongsi disarankan dlm quran supaya kita bersedekah jariah sebagai amalan rezeki yg kita perolehi ada bahagian yg tidak tetap untuk menjadi rezeki orang melalui sedekah jariah sebagai tukaran kepada ganjaran disisi bersedekah ini Allah tunjukkan sebagai contoh dg bandingan jika kita memangkas pokok,ia akan bertunas lebih banyak cabangnya,jika biji benih ditabur,ia akan tumbuh dan menghasilkan lebih banyak buah dari benih tadi,maka jika rezeki kita dikongsi dlm sedekah jariah,janji Allah ia akan tambahkan lagi rezeki,kerana Allah menjadikan kita sebagai saluran orang lain mendapat Rezeki TuhanJadi amat bertuah orang yg bersedekah kerana ia mendapat ganjaran pahala dan bila Allah menambah rezekinya,menjadikan dia saluran untuk orang lain dapat rezeki,ganjaran pahalanya sedekah jariah,moga Allah menyalurkan rezekiNya kpd orang lain,menerusi kita,tetapi jika kita peroleji reseki dan menggenggam rapat,mungkin Allah tidak lagi menyalurkan rezeki orang menerusi kita membeli,kita juga seperti jalan untuk Allah salurkan rezeki kpd peniaga,sebab itu bila membeli sebaiknya pilihlah yg seagama,jangan terlalu berkira tentang qualiti dan quantiti kerana ada nilai lain yg lebih baik iaitu kita secara tidak langsung membantu dan menyampaikan rezeki kpd peniaga itu Islam menjadikan jual beli juga sebagai ibadat dg akad serta ingatan tentang hal ini bila membeli,kita bagaikan jalan Allah memberi rezeki kpd kita mengupah orang membuat kerja, secara tidak langsung seperti rezeki orang dlm rezeki secara sepatutnya,jangan terlalu berkira,jangan menangguh upah kerana jika ditangguh ibarat kita menangguh bersabda,lunaskan upahnya sebelum kering peluhnya,membayangkan suruhan disegera bayar bila menguoah orang bekerja,ingatlah dlm rezeki kita ada rezeki orang,bersyukurlah kerana Allah memilih kita untuk menyalurkan rezeki kpd orang anda peniaga atau usahawan yg ada pekerja,ingatlah dlm rezeki kita ada rezeki pekerja yg kita bayar secara beramanah,berpatutan,kerana hakikatnya Allah menyalur rezeki pekerja kita menerusi kita sebagai sebenarnya ibarat menumpang’ rezeki pekerja yg Allah turun menerusi kita,maka ambillah yg patut dan berkongsilah dg pekerja dg memberi gaji yg baik dan bonus bila untung bertambah,moga Allah tambah lagi rezeki kerana kita amanah,kita tidak mengaut semua untung kepada diri dan pekerja sepatutnya berganding mengait rezeki dari Allah dan rezeki kita ada rezeki orang lain, berkongsi rezeki, kongsi rezeki, bayar zakat, bersedekah, berwakafJika kita seorang ketua keluarga,ingatlah rezeki yg kita perokehi bukan rezeki kita seorang terapi juga rezeki anak isteri yg Allah turunkan menerusi sewajarnya dikongsi,bukan dipelahap bergaya dg kereta,pakaian hebat,makan sedap-sedap,tetapi anak isteri lebih kurang teruk bapa yg berbelanja rezeki keluarga dg yg haram seperti merokok,kerana setiap sen dari kocek seorang bapa,ada bahagian rezeki anak bukan duit abah tapi duit kita sekeluarga yg Allah turunkan dalam bentuk hasil usaha wajibkan disucikan pendapatan dengan berzakat,sebagai teladan,marilah kita sucikan rezeki ddngan bersedekah kita menginsafi dalam rezeki kita,ada rezeki dengan sebaiknya dan penuh amanah. Wallahu a’lam – abdghaniharonDALAM REZEKI KITA ADA HAK UNTUK ORANG LAIN 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID vXTiasUiVIeEp3f298JcJyCjOXLqZRUepq3sNW4xJixQTSkszD_MfQ== Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud, beliau berkata, 'Rasulullah Saw menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, 'Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara menetapkan rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga." HR. Bukhori MuslimMenurut hadis di atas, selain mati, amal, dan bahagia atau celaka, jatah rezeki kita selama hidup di dunia adalah sesuatu yang default. Sudah ditetapkan sejak kita masih di dalam rahim ibu kita. Artinya hidup kita di dunia hanya selama jatah rezeki kita ada. Kalau sudah habis, ya habis juga waktu kita hidup di dunia, alias meninggal dunia. Jadi - dalam hidup ini - jangan takut kekurangan rezeki. Setiap manusia sudah punya jatah rezekinya masing-masing, dan gak akan tertukar. Dan juga rezeki itu tidak akan salah orang. Kalau sudah rezeki kita, bagaimana pun akan menghampiri kita. Sebaliknya, kalau bukan rezeki kita, walaupun sudah ada di depan mata, tidak akan dapat kita nikmati. Lalu, kalau sudah ada jatahnya masing-masing, untuk apa kita bekerja?Pertama, kita bekerja bukan untuk mencari rezeki, melainkan untuk mencari pahala atau sebagai ibadah. Karena hakikatnya kita hidup di dunia ini, tugasnya cuma satu, yaitu beribadah. Karena sudah default, sebenarnya bekerja tidak bekerja rezeki kita tetap rezeki itu semati kematian, sesuatu yang pasti tetapi misterius. Semua makhluk - termasuk manusia - pasti akan mati. Namun, masih misteri kapan, di mana, dan bagaimana. Begitupun rezeki. Semua manusia sudah memiliki jatah rezeki. Namun, masih misteri berapa banyak, bagaimana cara dan kapan datangnya. Oleh karenanya, salah satu peluang untuk mendapatkannya adalah dengan cara kita yang sering dipertanyakan tentang rezeki ini adalah, kenapa rezeki tiap orang berbeda? Ada yang banyak dan mudah mendapatkannya. Seperti kita melihat orang yang bisnisnya sukses, omsetnya naik terus, asetnya banyak, atau investasinya di mana-mana. Namun, ada juga yang sedikit. Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapsaja yang didapatnya sedikit. Jawabannya, karena Allah Swt Maha Pengatur, Mahatahu dan Allah Swt sangat mengetahui kadar kemampuan manusia dalam menerima rezeki. Sehingga Allah Swt dengan keadilan-Nya kemudian mengatur, siapa saja yang dapat banyak dan siapa saja yang dapat sedikit. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Foto perkongsian dalam beberapa laman FacebookBAGAN - Seorang wanita di sini mendakwa tidak dapat menahan sebak sebaik didatangi seorang warga emas yang menangis kerana tiada duit untuk meneruskan yang dikenali gadis denai dipercayai seorang jururawat berkongsi kejadian itu di laman sosial menerusi kiriman beberapa laman Facebook sejak ketika itu dia sedang beratur menunggu giliran untuk menggunakan mesin pengeluaran wang ATM.Katanya, dia kemudiannya ditegur oleh seorang pakcik yang meminta bantuannya mengeluarkan wang daripada mesin itu berkata; "Tolong pakcik tekan boleh? Harap duit PM kerajaan bagi. Dekat rumah tiada makanan dah."“Bila ditekan, baki tidak mencukupi. Sedihnya, terus fikir keluarga pakcik tadi nak makan apa malam ni.“Masa nak ambil duit baki nampak pakcik tu menangis di hujung tandas,” yang berasa sayu akan keadaan pakcik berkenaan membawanya ke sebuah kedai runcit berdekatan untuk membeli sedikit barang dalam rezeki kita ada rezeki orang lain, dia hanya mengharapkan doa daripada pakcik tersebut.“Mengalir air mata saya. Pakcik ucap terima kasih, ikut sampai ke kereta,” pada itu gadis berkenaan menceritakan lagi, pakcik tersebut juga meminta sebuku roti jenama Gardenia yang ada di dalam keretanya.“Pakcik nak roti satu? Susah nak jumpa roti Gardenia sekarang,” pinta pakcik tersebut kemudiannya memberikan roti tersebut kepada pakcik komen netizen memuji tindakan gadis berkenaan.“Semoga ALLAH kurniakan rezeki berlipat ganda untuk adik jururawat,” kata Mardziyah Azizan pula berkata, semoga ALLAH memperluaskan rezeki jururawat dan keluarga. Apabila membaca tajuk berita yang telah dikeluarkan oleh Sinar Harian mengenai 820 juta penduduk dunia mengalami kebuluran, saya tertarik untuk berkongsi pengalaman kami ketika mengagihkan makanan kepada gelandangan di Chow Kit lewat tahun 2014 bersama dengan beberapa orang aktivis lain lagi. Mereka yang tinggal di jalanan ini digelar sebagai gelandangan, yang hanya mempunyai kotak dan beberapa alatan lain untuk dijadikan sebagai alas dan lapik tidur. Pada kali pertama saya menjejakkan kaki ke situ, hiba dan sayu, hanya itu perasaan yang mampu saya ungkapkan. Keadaan mereka yang kurang terurus dan tidur dalam keadaan yang dingin membuatkan saya kembali menyingkap keselesaan hidup yang saya ada jika dibandingkan dengan mereka yang tiada apa-apa. Mereka hanya mampu mengharapkan belas ihsan dan sedikit bantuan daripada insan yang serba-serbi cukup harta untuk dikongsi, baik dari segi tenaga, makanan mahupun benda. Apabila saya menghampiri seorang pak cik yang umurnya lewat 40-an, tidak henti-henti wajahnya mengukir senyum dan mengucapkan terima kasih. Tidak dapat saya gambarkan bagaimana perasaannya ketika itu, tapi saya tahu hatinya penuh dengan kesyukuran apabila munculnya rezeki yang tidak disangka. Beliau sempat bercerita kepada saya – “Malam tadi ada orang beri makanan pada pak cik, tapi pak cik dah beri pada orang lain sebab kesian tengok dia minta makanan. Hari ini, tuhan dah berikan pak cik makanan yang lagi sedap dan banyak. Terima kasih.” Dari situ saya sedar dan akui satu benda, iaitu apabila kita memberi, Allah juga akan memberi. Kadang-kadang, kita akan berkira dengan rezeki tuhan, rasa liat atau takut untuk memberi kerana bimbang jika wang pada hari tersebut tidak mencukupi. Namun, apabila mengingat semula kalam Allah atau hadis nabi berkenaan kelebihan berkongsi rezeki. Walau bagaimanapun, sebenarnya banyak kelebihan dan ganjaran pahala yang telah Allah gambarkan melalui kalamNya dan juga perbuatan yang telah nabi tinggalkan untuk diteladani oleh kita semua. Memberi Menjadikan Kita Tenang Dengan memberi, kita akan merasa lebih tenang, rezeki akan menjadi lebih lapang dan hati kita akan lebih gembira tatkala melihat orang yang menerima pemberian dari kita mengukir senyuman dan mengucapkan terima kasih. Rasulullah juga pernah berpesan, jangan takut untuk berkongsi, kerana dalam rezeki kita, ada rezeki orang lain. Saya kembali mengimbau kata-kata yang pernah diucapkan oleh seorang ustaz ketika di bangku sekolah, “Duit yang berada di dalam dompet kita, belum tentu milik kita sepenuhnya. Apabila dibelanjakan, ia akan habis dan tidak memberikan pulangan sama ada di dunia atau saham untuk akhirat. Namun, duit atau harta yang kita sedekahkan sudah pasti akan menjadi saham dan kepunyaan kita di akhirat.” Dalam dan sarat makna. قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ “Katakanlah wahai Muhammad “Sesungguhnya Tuhanku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Ia juga yang menyempitkan baginya; dan apa sahaja yang kamu dermakan, maka Allah akan menggantikannya; dan Dia lah jua sebaik-baik Pemberi Rezeki.”Surah Saba, 3439 Lalu, apabila dilihat berita-berita berkenaan kebuluran dan kesusahan yang dialami manusia di seluruh dunia, ia membuatkan nilai kemanusiaan dalam diri terusik. Lagi tersentuh apabila banyaknya bantuan dari sudut harta, benda dan makanan serta tenaga yang disalurkan bagi meringankan beban mereka. Walau ia tidak dapat membantu secara seratus-peratus, namun sekurangnya ia mampu meringankan sedikit beban yang digalas di bahu dan hati mereka. Mungkin kita tidak merasakan kesan daripada kesusahan mereka kerana kita sedang berada dalam zon yang selesa. Kita melihat banyak makanan yang dibuang berbanding yang tidak mencukupi. Di kedai-kedai makan, kita melihat banyak makanan yang tidak dihabiskan dan ditinggalkan begitu sahaja berbanding yang masuk ke dalam mulut. Malah, dalam berita yang ditulis itu juga menyebut bahawa lebih 830 juta orang di dunia yang mengalami obesiti malah, statistik itu dijangka meningkat melebihi mereka yang mengalami kebuluran. Di saat kita bermewah-mewah dengan makanan sehingga mengundang kepada pembaziran, saudara kita sebaliknya. Kita bukanlah membantu atau memberi atas dasar Islam tetapi atas nama kemanusiaan. Jika kita tidak mampu, maka bantulah sekadar yang termampu. Jika tidak punya wang, boleh disalurkan dari sudut tenaga. Jika tidak punya masa, boleh dikirimkan doa sebagai senjata. Setiap yang kita lakukan mampu memberi impak yang besar kepada semua orang dan dipandang besar oleh Allah. Disebabkan itu, jangan memperlekehkan usaha dan cara orang yang membantu. Ada yang misinya membantu golongan gelandangan, ada yang membantu golongan orang Asli, ada yang membantu mangsa perang dan sebagainya. Semoga dengan usaha itu, mampu menambahkan saham kita di akhirat kelak. Kesimpulan Dengan berkongsi, kita akan merasa lebih tenang dan mampu memberi ketenangan kepada orang lain, sekali gus ia akan menjadi saham yang banyak untuk kita di akhirat kelak. Jangan simpan perasaan bahawa rezeki kita tidak akan cukup, namun tetapkanlah di hati bahawa Allah akan ganjarkan dengan yang lebih baik. Wallahu a’lam. Kongsikan Artikel Ini Nabi Muhammad berpesan, “sampaikanlah dariku walau satu ayat” dan “setiap kebaikan adalah sedekah.” Apabila anda kongsikan artikel ini, ia juga adalah sebahagian dari dakwah dan sedekah. Insyallah lebih ramai yang akan mendapat manafaat. Fizah Lee Merupakan seorang graduan Universiti Islam Antarabangsa Malaysia dalam bidang Bahasa Melayu untuk Komunikasi Antarabangsa. Seorang yang suka membaca bahan bacaan dalam bidang sejarah dan motivasi

dalam rezeki kita ada rezeki orang lain